Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar menyelenggarakan kegiatan Training of Trainer (ToT) bagi dosen Politeknik Negeri Manado.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Teater Gedung Kuliah Terpadu (GKT) Polimdo pada 3–7 Maret 2026 dan diikuti oleh para dosen Jurusan Teknik Sipil sebagai bagian dari penguatan kapasitas instruktur di bidang jasa konstruksi.

Polimdo dipandang strategis sebagai mitra dalam penyiapan tenaga kerja konstruksi karena karakter pendidikan vokasi yang diterapkan, termasuk sistem magang terstruktur yang mendorong lahirnya lulusan siap kerja dan berdaya saing. Lulusan politeknik dinilai memiliki potensi besar untuk mengisi kebutuhan industri konstruksi, baik pada level teknis terampil maupun tenaga ahli pendukung pembangunan.

Kepala Seksi Pelaksanaan Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar, Ahmad Nithasi Damopolii, menjelaskan bahwa program ToT ini ditujukan untuk meningkatkan kompetensi instruktur sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi mahasiswa maupun lulusan. Para dosen peserta merupakan tenaga pengajar yang telah memiliki keahlian sesuai bidangnya, sehingga pelatihan ini menjadi penguatan lanjutan dalam aspek metodologi dan substansi ajar.

Melalui pembekalan tersebut, diharapkan proses pembelajaran dapat semakin aplikatif dan relevan dengan kebutuhan dunia jasa konstruksi. Pemilihan Polimdo sebagai lokasi pelaksanaan juga mencerminkan kepercayaan terhadap komitmen institusi dalam mencetak sumber daya manusia yang siap memasuki dunia kerja.

Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Polimdo, Rudolf Mait ST.,MT , menyampaikan bahwa ToT menjadi momentum penyegaran kompetensi bagi para pengajar, khususnya instruktur junior. Ia menekankan pentingnya pembaruan metode pembelajaran dan materi ajar agar tetap selaras dengan dinamika teknologi.

Perubahan lanskap industri, termasuk integrasi AI dalam berbagai sektor, menuntut adaptasi di bidang pendidikan. Jika sebelumnya pendekatan pembelajaran belum banyak memanfaatkan teknologi cerdas, kini dosen dituntut lebih inovatif dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pengajaran.

Dengan meningkatnya literasi digital mahasiswa, penguatan kapasitas dosen menjadi langkah strategis agar proses pembelajaran tetap relevan, kontekstual, dan mampu menjawab tantangan perkembangan industri konstruksi yang semakin kompleks.