Politeknik Negeri Manado (Polimdo) melalui Jurusan Pariwisata menggelar Seminar Pariwisata 2026 dengan tema “Beyond Events: Creating Sustainable Tourism Impact Through MICE” pada Rabu (10/6/2026) di Auditorium Prof. Rudy Tenda. Kegiatan ini menjadi wadah akademik bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai peran strategis sektor MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) dalam mendukung pembangunan pariwisata yang berkelanjutan.


Seminar dibuka secara resmi oleh Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Politeknik Negeri Manado, Rudolf Estephanus Golioth Mait, ST., MT., serta dihadiri oleh dosen dan mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan Polimdo.
Dalam sambutannya, Rudolf Mait menegaskan bahwa pengembangan sektor pariwisata harus mampu menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian budaya, dan keberlanjutan lingkungan. Menurutnya, kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan pelaku industri menjadi faktor penting dalam membangun sektor pariwisata yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.


“Melalui seminar ini, kami berharap lahir berbagai ide, inovasi, dan bentuk kerja sama yang dapat memperkuat kontribusi sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak pembangunan daerah,” ujarnya.
Seminar menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten di bidang pariwisata dan pendidikan vokasi. Narasumber pertama, Erik Rumangkay, A.ST.Par, memaparkan potensi besar industri MICE sebagai salah satu sektor yang mampu memberikan dampak ekonomi signifikan bagi daerah. Ia menjelaskan bahwa kegiatan MICE tidak hanya mendatangkan peserta dalam jumlah besar, tetapi juga mendorong peningkatan penggunaan akomodasi, fasilitas pertemuan, transportasi, serta berbagai layanan pendukung lainnya.
Menurutnya, efek ekonomi yang dihasilkan sektor MICE dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan peningkatan pendapatan daerah apabila dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Manado, Esther Mamangkey, SE., MM., menyoroti pentingnya inovasi dan kreativitas dalam pengembangan destinasi wisata. Ia menekankan bahwa kemudahan perizinan, penerapan konsep ramah lingkungan, keamanan, serta kualitas pelayanan merupakan faktor yang harus diperhatikan untuk mendukung daya saing pariwisata daerah.
“Pariwisata berkelanjutan merupakan investasi jangka panjang yang harus dibangun bersama agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi sekarang maupun generasi yang akan datang,” ungkapnya.
Pada sesi berikutnya, Prof. Abdullah Helmy, Ph.D., pakar pendidikan pariwisata dan penasihat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, memaparkan pentingnya penguatan kemitraan antara institusi pendidikan vokasi dan dunia industri. Ia menjelaskan berbagai model kerja sama yang telah berhasil diterapkan dan mendapat pengakuan di tingkat nasional maupun internasional dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pariwisata.
Melalui Seminar Pariwisata 2026 ini, Politeknik Negeri Manado berharap mahasiswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai peluang dan tantangan industri MICE, sekaligus mempersiapkan diri menjadi sumber daya manusia yang kompeten, inovatif, dan mampu berkontribusi dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di Sulawesi Utara maupun Indonesia.