load-page

Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi dan Pemerintah Swiss Kerja Sama Luncurkan Program Diploma 4 Spesialisasi (Semester 7-8) Energi Terbarukan Bidang Solar, Hydro, dan Hybrid di Politeknik Negeri

Home/Berita Utama/Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi dan Pemerintah Swiss Kerja Sama Luncurkan Program Diploma 4 Spesialisasi (Semester 7-8) Energi Terbarukan Bidang Solar, Hydro, dan Hybrid di Politeknik Negeri

JAKARTA, 2 Maret 2022— Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Pemerintah Indonesia menandatangani
perjanjian kerja sama proyek pengembangan program Diploma 4 Spesialisasi (Semester 7 & 8) Energi
Terbarukan Bidang Solar, Hydro, dan Hybrid dukungan Pemerintah Swiss yang mencakup pengembangan
kurikulum dan modul pelatihan, pengembangan kapasitas dosen dan pranata laboratorium pendidikan,
penyediaan sarana dan prasarana pendidikan, program magang, dan kemitraan dengan dunia usaha dan dunia
industri (DUDI). Proyek hibah asistensi teknis dan peralatan laboratorium yang didanai oleh Swiss State
Secretariat for Economic Affairs SECO dan dilaksanakan oleh GFA Consulting Group ini berlaku hingga Juni
2025 dan dilakukan bersama empat politeknik percontohan (Politeknik Negeri Bali, Politeknik Negeri Jakarta,
Politeknik Negeri Manado, Politeknik Negeri Ujung Pandang) serta memiliki target menghasilkan 450 lulusan
Diploma 4 dengan gelar Sarjana Teknik Terapan, khusus di bidang pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan
pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Dr. Beny Bandanadjaja, S.T., M.T., Direktur Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi, Direktorat Jenderal
Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset & Teknologi menyampaikan, “Proyek ini
sangat mendukung program prioritas Pemerintah Indonesia terkait peningkatan kualitas sumber daya
manusia melalui pendidikan & pelatihan vokasi serta program transisi energi Indonesia menuju bauran energi
yang lebih bersih dan net zero emission pada tahun 2060. Melalui proyek ini yang dilaksanakan di empat
politeknik negeri terpilih, kami berharap dapat dilakukan yang sama di politeknik lainnya di berbagai provinsi
di Indonesia, terutama di Indonesia bagian timur di mana pengembangan energi terbarukan akan semakin
digencarkan. Pelibatan mitra industri dari tahap awal pengembangan kurikulum, dosen tamu industri, program
magang hingga penempatan kerja merupakan wujud nyata link and match dan win-win solution bagi institusi
pendidikan, tenaga kerja, dan industri. Jalur penerimaan mahasiswa untuk program D4 Peminatan atau
konsentrasi Energi Terbarukan ini dapat dilakukan melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi
Negeri (SNMPTN), jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), jalur alih jenjang D3 ke
D4, dan jalur mandiri di masing-masing Politeknik terpilih mulai bulan Maret tahun ini.”

Martin Stottele selaku pimpinan pelaksana proyek Renewable Energy Skills Development (RESD)
mengucapkan, “Melalui proyek Renewable Energy Skills Development yang melibatkan beberapa
kementerian strategis seperti Kemendikbudristek, kami berharap dapat meluncurkan program studi Diploma 4
Spesialisasi (Semester 7 & 8) Energi Terbarukan Bidang Solar, Hydro, dan Hybrid pada tahun 2022 ini di lima
politeknik, yaitu 4 politeknik di bawah Kemendikbudristek dan PEM Akamigas di bawah Kementerian ESDM.
Program spesialisasi D4 di sini tepatnya adalah program pendidikan bagi lulusan Diploma 3 teknik atau yang
telah menambil semester 6 dari program studi Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil untuk mengambil
program 1 tahun (semester 7 dan 8) peminatan energi terbarukan dan mendapatkan gelar Sarjana Teknik
Terapan. Pelaksanaan proyek diperkuat dengan pendampingan dari lembaga pendidikan di Swiss termasuk
Swiss University of Applied Sciences dan Swiss Federal Institute for Vocational Education untuk memberikan
masukan best practices di bidang vokasi dan kerja sama industri.”

Tujuan utama dari proyek RESD adalah menciptakan tenaga kerja yang kompeten di bidang perencanaan,
desain, pembangunan dan pemasangan, inspeksi dan commissioning, supervisi, pengoperasian dan
pemeliharaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), pembangkit listrik hybrid surya diesel, dan pembangkit
listrik tenaga air (PLTA) melalui: (1) penciptaan program D4 peminatan energi terbarukan di 5 politeknik negeri; 2) peluncuran program pelatihan energi terbarukan di 5 lembaga pelatihan kerja; dan 3) penguatan
pertukaran informasi dan komunikasi di sektor energi terbarukan di Indonesia.

Mitra program RESD mencakup BPSDM Kementerian ESDM sebagai mitra utama, Direktorat Jenderal
Pendidikan Vokasi Kemendikbud Ristek, Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas
Kementerian Ketenagakerjaan, Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan & Konservasi Energi dan
Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Badan Nasional Sertifikasi Profesi, dan Badan
Perencanaan Pembangunan Nasional. Program RESD juga bekerja sama erat dengan politeknik, lembaga
pendidikan dan pelatihan kerja, asosiasi industri, dan sektor swasta.

 

Leave a Comment

SIGN IN

Forgot Password